Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
The Fed Potong Bunga, Dolar Tumbang
Thursday, 11 December 2025 07:20 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS melemah terhadap hampir semua mata uang utama seperti euro, franc Swiss, dan yen Jepang pada hari Rabu. Penyebabnya: The Fed memangkas suku bunga seperti yang sudah banyak diperkirakan pasar, tapi sekaligus memberi sinyal bahwa mereka kemungkinan akan berhenti dulu menurunkan bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Januari. Artinya, bank sentral AS ingin "istirahat sejenak" dan melihat dulu data ekonomi berikutnya sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan.

Tekanan pada dolar makin besar setelah Ketua The Fed Jerome Powell bicara di konferensi pers. Ia menegaskan bahwa langkah selanjutnya The Fed kemungkinan besar bukan kenaikan suku bunga, dan skenario kenaikan bunga sama sekali bukan "rencana dasar" di proyeksi resmi mereka. The Fed baru saja memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (0,25%) ke kisaran 3,50%“3,75%. Namun keputusan ini tidak bulat: dua pejabat (Austan Goolsbee - Fed Chicago dan Jeffrey Schmid - Fed Kansas City) ingin bunga tetap, sementara Stephen Miran justru mendorong pemotongan yang lebih agresif, yaitu 0,50%. Perbedaan pandangan ini menunjukkan betapa rumitnya kondisi ekonomi AS saat ini.

Dalam proyeksi terbarunya, The Fed hanya memperkirakan satu kali lagi pemotongan 0,25% pada tahun 2026, sama seperti proyeksi bulan September. Jadi secara resmi, Fed ingin memberi pesan: kami tidak akan jor-joran menurunkan bunga. Namun, pasar punya pandangan berbeda. Kontrak berjangka suku bunga (Fed funds futures) justru masih memperkirakan dua kali pemotongan hingga 2026, yang akan membawa suku bunga ke sekitar 3,0%. Di sisi lain, bahasa resmi dalam pernyataan FOMC yang menyebut bahwa mereka akan "mencermati data yang masuk" biasanya dibaca pasar sebagai kode bahwa Fed siap jeda dulu, tapi tetap terbuka untuk pelonggaran lanjutan jika ekonomi melemah.

Reaksinya di pasar valuta asing cukup cepat. Setelah pengumuman Fed, dolar langsung melemah: turun sekitar 0,8% terhadap franc Swiss ke level 0,8000, dan melemah 0,6% terhadap yen Jepang ke sekitar 155,92. Euro menguat ke sekitar $1,1691 (naik 0,6%), sementara indeks dolar (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama turun sekitar 0,6% ke 98,66. Analis seperti Uto Shinohara menjelaskan, reaksi tajam ini menunjukkan ada kesenjangan antara data dan narasi: di satu sisi data masih campuran, tapi narasi The Fed bergeser ke arah lebih khawatir pada pasar tenaga kerja dan inflasi yang dipengaruhi tarif, sehingga dolar jadi kurang menarik.

Pasar suku bunga kini memperkirakan sekitar 78% peluang bahwa The Fed tidak akan memotong bunga lagi pada pertemuan Januari, naik dari sekitar 70% sebelum pengumuman. Namun komentar analis seperti Michael Rosen menyoroti detail penting: pernyataan The Fed menekankan kelemahan pasar tenaga kerja sebagai alasan utama pemotongan 25 bps kali ini. Itu yang dibaca pasar sebagai sinyal bahwa pintu pelonggaran tambahan masih terbuka, walaupun proyeksi resmi baru menunjukkan satu kali pemotongan ke depan. Kombinasi rate cut, kekhawatiran terhadap tenaga kerja, dan sikap yang tidak se-hawkish dulu inilah yang membuat dolar tertekan-dan jadi bahan "drama baru" bagi pelaku pasar forex dan aset berisiko. (az)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS